Laman

Loading...

Mengenai Saya

Foto Saya
Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia

Senin, 11 Juli 2011

Proses Morfologi Komposisi pada Kelas Kata Nomina, Verba, Ajektifa, Numeralia, dan Pronomina

PENDAHULUAN
Di dalam hierarki linguistik, kajian morfologi berada di antara kajian fonologi dan sintaksis seperti tampak pada bagan berikut:
Wacana
Sintaksis
Morfologi
Fonologi

Sebagai kajian yang berada di antara kajian fonologi dan sintaksis, maka kajianmorfologi memiliki kaitan baik dengan fonologi maupun dengan sintaksis. Keterkaitannya dengan fonologi disebut juga sebagai morfofonemik atau morfofonologi, yaitu ilmu yang mengkaji terjadinya perubahan fonem akibat adanya proses morfologi. Contoh morfofonemik:
§  Hari + an              [hariyan]
§  Jawab + an           ja.wa.ban
Sedangkan keterkaitannya dengan sintaksis disebut sebagai morfosintaksis, yakni pembicaraan bersama antara masalah morfologi dan sintaksis. Misalnya, satuan bahasa yang disebut kata, dalam kajian morfologi merupakan satuan bahasa yang terbesar, sedangkan dalam kajian sintaksis merupakan satuan bahasa terkecil. Jadi, satuan bahasa yang disebut kata itu menjadi objek bersama antara morfologi dan sintaksis.
Adapun morfologi memiliki beberapa objek kajian utama, yakni satuan-satuan morfologi, proses-proses morfologi, dan alat-alat dalam proses morfologi itu.
Satuan morfologi adalah:
1)      Morfem (akar atau afiks)
2)      Kata
Lalu, proses-proses morfologi antara lain:
1)      Dasar (bentuk dasar)
2)      Alat pembentuk (afiks, duplikasi, komposisi, akronimisasi, dan konversi)
3)      Makna gramatikal
Keseluruhan objek kajian morfologi di atas akan dibahas lebih lanjut pada Bab Pembahasan berikut ini.

PEMBAHASAN
Komposisi adalah proses penggabungan dasar dengan dasar (biasanya berupa akar maupun bentuk berimbuhan) untuk mewadahi suatu “konsep” yang belum tertampung dalam sebuah kata. Proses komposisi ini dalam bahasa Indonesia merupakan satu mekanisme yang cukup penting dalam pembentukan dan pengayaan kosakata yang kita ketahui sangat terbatas. Umpamanya, dalam bahasa Indonesia kita sudah punya kata merah, yaitu salah satu jenis warna. Namun, dalam kehidupan kita warna merah itu tidak semacam, ada warna merah seperti warna darah; warna merah seperti warna jambu; warna merah seperti warna delima, dan sebagainya. Maka untuk membedakan semuanya kita buatlah gabungan kata merah darah, merah jambu, merah delima, dan sebegainya.
a.      Komposisi Verbal
Komposisi verbal adalah komposisi yang pada satuan klausa berkategori verbal. Komposisi verbal dapat dibentuk dari dasar:
a.       Verba + verba, seperti menyanyi menari, duduk termenung, makan minum.
b.      Verba + nomina, seperti gigit jari, membanting tulang, lompat galah.
c.       Verba + ajektifa, seperti lompat tinggi, lari cepat, terbaring gelisah.
d.      Adverbia + verba, seperti sudah makan, belum ketemu, masih tidur.

b.      Komposisi Nomina
Komposisi nomina adalah komposisi yang pada satuan klausa berkategori nomina. Komposisi nomina dapat dibentuk dari dasar:
a.       Nomina + nomina, seperti kakek nenek, meja kayu, sate kambing.
b.      Nomina + verba, seperti meja makan,, buku ajar, ruang tunggu.
c.       Nomina + ajektifa, seperti guru muda, mobil kecil, meja hijau.
d.      Adverbial + nomina, seperti bukan uang, banyak serigala, beberapa guru.

c.       Komposisi Ajektiva
Komposisi ajektiva adalah komposisi yang pada satuan klausa, berkategori ajektiva. Komposisi ajektiva dapat dibentuk dari dasar:
a.       Ajektiva + ajektiva, seperti tua muda, besar kecil, putih abu-abu.
b.      Ajektiva + nomina, seperti merah darah, keras hati, biru laut.
c.       Ajektiva + verba, seperti takut pulang, malu bertanya, berani pulang.
d.      Adverbia + ajektiva, seperti, tidak takut, agak malu, sangat menyenangkan.
PENUTUP
Morfologi merupakan cabang linguistik yang mempelajari tentang proses pembentukan kata. Berdasarkan katanya, morfologi berasal dari kata morf yang berarti ‘bentuk’ dan kata logi yang berarti ‘ilmu’. Dalam ilmu bahasa (linguistik) morfologi berada di antara kajian fonologi dan sintaksis. Sehingga morfologi memilikik keterkaitan yang cukup erat antara dua kajian tersebut.
Morfologi mempelajari satuan-satuan bahasa berupa morf, morfem, dan kata. Morf merupakan satuan gramatikal yang bersifat konkret dan memiliki wujud fisik yang sama dengan alomorf. Morfem merupakan satuan gramatikal yang sifatnya abstrak dan memiliki makna. Dan kata merupakan satuan gramatikal yang terdiri atas satu morfem atau lebih dan dapat berdiri sendiri.
Proses pembentukan kata dari sebuah bentuk dasar dibedakan atas 5, yaitu:
Ø  Pembubuhan afiks (dalam proses afiksasi)
Ø  Pengulangan (dalam proses reduplikasi)
Ø  Penggabungan (dalam proses komposisi)
Ø  Pemendekan (dalam proses akronimisasi)
Ø  Pengubahan status (dalam proses konvensi)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar